Minggu, 25 Agustus 2013

Virus Flu Burung H7N9

. Minggu, 25 Agustus 2013
0 komentar

Tim peneliti dari University of Hong Kong mempelajari virus flu burung H7N9 yang sudah menewaskan lebih dari 40 orang sejak Maret lalu. Mereka juga mengungkapkan telah menemukan jenis virus H7 lainnya yang bersembunyi pada ayam-ayam di China. Saat diuji di labolatorium, ABC.net melansir pada 23 Agustus 2013, virus yang dijuluki sebagai H7N7 ini mampu menginfeksi binatang mamalia. Para peneliti pun memperingatkan salah satu jenis virus H7 ini dapat menciptakan ancaman wabah yang sangat berbahaya.

"Wabah penyakit di suatu wilayah yang disebabkan oleh virus H7 pada unggas bisa menyebabkan varian baru, yang mampu menginfeksi manusia secara sporadis," kata Yi Guan, peneliti utama di University of Hong Kong. Berdasarkan data World Health Organization (WHO), ada 135 kasus yang terkonfirmasi tertular flu burung H7N9, 44 jiwa di antaranya meninggal. Hampir semua kasus berada di wilayah China, di mana satu terjadi di Taiwan.

Pada awal bulan ini, peneliti China melaporkan kasus pertama penularan flu burung terjadi antara manusia ke manusia. Namun, penyebaran virus H7N9 dari unggas ke manusia masih sangat jarang terjadi. Yi Guan mengatakan tidak bisa membiarkan virus H7N7 terus beredar pada ayam. Dia sangat yakin kasus infeksi pada manusia pasti akan terjadi.

"Jika sampai terjadi, mutasi virus baru ini bisa menyebabkan infeksi yang lebih parah daripada virus H7N9. Itu terlihat dari hasil percobaan tim kami pada hewan," Yi Guan menegaskan. Dalam praktiknya, tim mengambil virus H7N7 yang ditemukan pada unggas dan diuji coba pada seekor musang di laboratorium. Hewan itu dianggap sebagai model contoh yang paling mendekati manusia. Hasilnya, virus baru itu disimpulkan mudah menular pada manusia.

"Ini sangat mengerikan bagi manusia. Seluruh populasi manusia hampir tidak memiliki antibodi terhadap tipe virus influenza H7. Jadi, jika virus itu mampu menyebabkan wabah pandemi, maka akan membunuh banyak orang," kata Yi Guan, was-was. "Dari sampel 150 ekor ayam yang diuji, 36 di antaranya membawa virus H7N7. Selain itu, banyak juga burung yang juga memiliki virus H7N9 dan H7N7."

Pencegahan

Yi Guan dan tim juga mengkaji hal-hal yang sekiranya dapat mencegah penyebaran virus H7N7 dengan menciptakan sistem pertahanan. "Kita perlu mengambil sampel dari berbagai jenis unggas secara teratur. Ini bertujuan untuk melihat apakah jenis virus baru itu juga beredar pada burung," katanya.

Profesor Virologi Ian Jones, dari University of Reading, Inggris, mengomentari penelitian yang dilakukan oleh Yi Guan. Dia mewanti-wanti hasil penelitian itu harus segera mendapat perhatian publik. "Membuat sistem pertahanan adalah fokus utama dalam proses membasmi virus itu sebelum menular pada manusia," kata Jones.

Baca juga: Jasa Sertifikasi SDPPI.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Jumat, 23 Maret 2012

Kegiatan Tanpa Tujuan

. Jumat, 23 Maret 2012
0 komentar

Lari-Ngacir. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar menyayangkan perjalanan dinas sejumlah pejabat lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) ke luar negeri. Pasalnya, kegiatan tersebut dilakukan tanpa tujuan yang jelas dan tidak memberikan dampak positif kepada masyarakat. Anggota Komisi A Nurmiati mempertanyakan urgensi pejabat di lingkup Pemkot melakukan perjalanan ke luar negeri.

Pasalnya, rencana pembangunan daerah 2012 baru siap dijalankan dan penggunaan anggaran baru berjalan pada triwulan II. “Apa pentingnya pejabat Pemkot ke luar negeri? Saya hanya melihat pejabat Pemkot ini, begitu anggaran cair,maunya selalu melakukan perjalanan dinas. Apa tujuannya ke sana? Itu hanya habiskan anggaran,”ungkapnya kepada Media, kemarin.

Dari informasi yang dihimpun media, sejumlah pejabat lingkup Pemkot melakukan kunjungan kerja ke Singapura, di antaranya Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kasim Wahab dan Kepala Dinas Pendidikan Mahmud BM. Sementara itu,Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin yang dikonfirmasi, mengaku tidak tahu-menahu keberangkatan pejabat ke Singapura.Wali Kota juga menyatakan tidak mengetahui tujuan sejumlah pejabat tersebut ke luar negeri.

”Saya ke Australia sendiri untuk mengurus anak. Tidak ada pejabat yang ikut,” ujarnya viaBlack- Berry Messenger. Keberangkatan sejumlah pejabat Pemkot ke luar negeri ini terungkap dalam ekspose rutin yang dilaksanakan Pemkot, kemarin. SKPD yang mendapatkan giliran sebagai pemateri, yakni Kepala BKD Kasim Wahab dan Kepala Disdik Mahmud BM. ”Saya menyampaikan permintaan maaf Kepala BKD.Beliau tidak bisa hadir karena sedang mengikuti kegiatan yang sama pentingnya dengan kegiatan ini, tapi di tempat lain,” tuturnya.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Kekhawatiran Jaksa Penuntut Umum

.
0 komentar

Lari-Ngacir. Kekhawatiran jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar terhadap kericuhan pada sidang perdana perkara pembunuhan di depan Makassar Town Square (M’Toz), tak terbukti. Sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) dengan agenda mendengar keterangan saksi, berlangsung lancar di bawah pengamanan ketat aparat Polrestabes.

Ratusan keluarga tiga korban yang memadati PN Makassar tidak dapat mendekati terdakwa, Petrus Lewek alias Gulo. Padahal, sebelumnya Kejari mengkhawatirkan adanya kericuhan dalam sidang perdana perkara tersebut. Pasalnya, kasus pembunuhan itu sempat menimbulkan tindak kekerasan di sejumlah titik di Kota Makassar.

Sementara itu, dalam persidangan, empat saksi dihadirkan JPU Adnan Hamzah dan Arie Candra, yakni Muhammad Fadli, Isya, Jaya, dan Ikbal. Bahkan, saat membeberkan kejadian tersebut, saksi korban, Isya, sempat emosional. Dia mengaku sering melihat Petrus di depan M’tos, tapi tidak mengetahui dari mana asal dan apa pekerjaannya. “Saya kira hanya mainmain, ternyata ada darah. Barulah saya menolong.Tetapi saya juga ditikam, sambil memegang Saldi,dia (Pe--trus) juga pegang tangan saya,” paparnya.

Saksi lainnya, Ikbal, yang berprofesi sebagai pedagang bakso, mengaku melihat terdakwa datang bersama seorang wanita dan memarkir motornya. Petrus kemudian membuka sadel motor dan menghunus sangkur dan mengejar orang-orang yang ada di sekitarnya.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Mengelola Potensi Tambang

.
0 komentar

Lari-Ngacir. Sepuluh perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan, tahun ini akan mulai melakukan eksploitasi. Mereka akan mengelola potensi tambang di Kabupaten Mamuju, seperti bijih besi, nikel, batu bara, mangan. Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Mamuju Jalaluddin Duka mengatakan, dengan akan dikelolanya potensi tambang di Mamuju ini, daerah akan diuntungkan. Sebab, hasilnya akan dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat dan meningkatkan ekonomi daerah.

”Kami berharap dengan akan dikelolanya potensi tambang di Mamuju, akan menambah pendapatan daerah dan akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,”ujarnya. Menurut dia, sejak 2007 hingga saat ini,terdapat 73 perusahaan tambang yang telah mendapatkan izin usaha pertambangan (IUP). Mereka menguasai blok tambang yang tersebar di 15 kecamatan di Mamuju. Selama ini, dari 73 perusahaan tambang, belum ada yang melakukan eksploitasi atau operasi produksi.

”Dengan tidak adanya kepastian dari perusahaan yang mengantongi IUP untuk melakukan operasi produksi tambang di Mamuju, daerah cukup dirugikan. Potensi tambangnya telantar dan tidak membawa dampak kemajuan perekonomian daerah,” katanya. Namun, pada tahun ini akan ada 10 perusahaan yang menyatakan diri akan melakukan operasi produksi.”Perusahaan tambang itu akan mengelola potensi tambang, seperti bijih besi, nikel, batu bara, mangan, logam,”papar dia tanpa menyebutkan 10 perusahaan tambang yang mengelola tambang di Mamuju itu.

Dia mengatakan, status kawasan hutan di Mamuju yang memiliki potensi tambang dan akan dikelola menjadi lahan tambang harus diubah terlebih dahulu menjadi areal penggunaan lain (APL) atas izin Pemerintah Pusat. ”Dari sekitar 8.014 kilometer persegi luas hutan di Kabupaten Mamuju, sekitar 70% merupakan kawasan hutan lindung dan hanya 10% yang dapat dikelola,”ujarnya. Dengan demikian,terdapat sekitar 60% kawasan hutan lindung yang dilarang dikelola untuk kegiatan apa pun.

Dia berharap Pemerintah Pusat memberikan izin perubahan kawasan hutan di Mamuju menjadi lahan tambang, dengan membantu dan mendukung rancangan tata ruang wilayah (RTRW) Sulbar yang saat ini sedang disusun. ”Sektor pertambangan akan dapat memacu peningkatan pendapatan dan perekonomian daerah ini,” tandasnya. Di sisi lain,potensi tambang zeolit di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) sekitar 70% bisa dikelola. Potensi tambang zeolit tersebut salah satunya terdapat di Kecamatan Messawa,Kabupaten Mamasa. Kepala Bidang Pertambangan Umum Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sulbar Amri Eka Sakti mengatakan, kandungan tambang zeolit di Kabupaten Mamasa mencapai 17.057.600 ton.

Selain di Kabupaten Mamasa, tambang zeolit juga terdapat di Desa Seppong,Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, dengan potensi cadangan mencapai 26.400.000 ton. Sementara itu, untuk potensi kaolin terdapat di Kecamatan Wonomulyo,Kabupaten Polewali Mandar, sekitar 1.570.937 ton. Menurut dia, apabila kekayaan tambang yang dimiliki Sulbar itu dikelola maksimal, Sulbar akan meningkat secara ekonomi. Sebab, kekayaan tambang itu akan memacu pendapatan daerah. Dia berharap ada investor yang siap mengelola kekayaan alam sektor tambang di Sulbar itu agar dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Thamrin Endeng

.
0 komentar

Lari-Ngacir. LEGISLATOR senior dari Partai Golkar Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) Thamrin Endeng menghibahkan tanah miliknya seluas 1.000 meter persegi (25x40 meter) untuk pembangunan SMK Geologi Pertambangan. Rencana pembangunan SMK Geologi Pertambangan Mamuju mendapat dukungan dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk Thamrin Endeng yang juga anggota DPRD Sulbar Dapil (Daerah Pemilihan) Mamuju.

Dia telah menghibahkan tanahnya,” kata Pengurus Yayasan Punggawa Malolo SMK Geologi Pertambangan, Ismail Ashat di Mamuju. Gagasan membangun SMK Geologi Pertambangan ini sesuai dengan kearifan lokal daerah Mamuju yang kaya dengan potensi pertambangan. Karena itu, SMK Geologi Pertambangan sangat tepat didirikan. Sekolah ini didirikan untuk menyiapkan putra daerah yang ahli dalam bidang pertambangan.

”Kami tidak kehendaki masyarakat lokal menjadi penonton di negerinya sendiri. Karena itu, sejak dini kami siapkan SMK ini agar kelak lahir putra daerah yang ahli untuk dipekerjakan pada perusahaan tambang di Mamuju,”ujar dia. Penerimaan siswa sekolah ini akan dimulai tahun ajaran 2012 dengan memanfaatkan gedung milik pemerintah di Mamuju. ”Tahun ini kami mulai menerima siswa baru. Kami berharap sekolah ini menjadi pilihan bagi masyarakat menyekolahkan anaknya di SMK ini,”tuturnya. Selain menghibahkan tanahnya, Thamrin Endeng juga menjanjikan akan memperjuangkan anggaran pembangunan gedung melalui APBD 2013.

Klik disini untuk melanjutkan »»